ARTIKEL
Senin, 15 Mei 2017
Shared :

Resiko Mencabut Gigi Geraham

“Dok, saya pernah dengar kalau mencabut gigi belakang, nanti bisa menyebabkan kebutaan ya? Itu benar atau tidak sih?”

Sebelum membicarakan resiko yang akan terjadi pada saat dilakukan pencabutan pada gigi belakang, kita harus terlebih dahulu mengerti, bahwa tidak semua gigi berlubang itu harus dicabut. Demikian juga, tidak semua gigi berlubang dapat dilakukan perawatan.Jika anda sudah berkonsultasi dengan dokter gigi anda, dan mereka menyarankan, bahwa harus dilakukan pencabutan pada gigi anda, maka ada beberapa efek samping (komplikasi) yang sebaiknya anda ketahui sebelum menyetujui prosedur ini.

Perdarahan dapat terjadi setelah dilakukan pencabutan. Hal ini dapat disebabkan oleh faktor sistemik seperti kelainan darah (blood dyscrasia), hipertensi, gangguan pembekuan darah, dan apabila pasien mengkonsumsi obat-obatan yang mempengaruhi pembekuan darah, dan lain-lain. Oleh karena itu, sangat penting untuk dilakukan pemeriksaan tekanan darah, serta tanya-jawab tentang kesehatan pribadi anda, sebelum dilakukan pencabutan.

Fraktur (patah) pada ujung akar, gigi sebelahnya dan gigi lawan, tulang pendukung gigi, dan tulang rahang bawah dapat terjadi selama prosedur pencabutan Gigi. Dan hal ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti besarnya lubang yang sudah terjadi, frakur pra-pencabutan, serta teknik pencabutan yang benar. Oleh sebab itu, sangat disarankan untuk melakukan pemeriksaan penunjang berupa foto radiograph sebelum prosedur pencabutan dilakukan. Pergeseran gigi yang membahayakan dapat terjadi selama prosedur pencabutan.

Pada pencabutan geraham atas, resiko yang terbesar adalah bergesernya gigi tersebut kearah sinus. Gejala yang mungkin dialami oleh pasien adalah adanya udara yang keluar dari mulut, cairan keluar dari hidung, atau ada perdarahan dari hidung. Sedangkan untuk pencabutan geraham bawah yang paling berisiko adalah terjadinya fraktur tulang rahang bawah, khususnya untuk pencabutan geraham bungsu. Dimana hal ini berpotensi untuk mencederai Saraf.

“Dry Mouth” juga sering terjadi pasca-pencabutan. Dimana hal ini terjadi karena gumpalan darah yang seharusnya terbentuk di “lubang” bekas pencabutan, menghilang. Menghilangnya gumpalan darah ini terjadi karena seringnya berkumur-kumur atau meminum air hangat panas sesaat pasca pencabutan. Dengan penjelasan di atas, anda tidak perlu kalau memang ternyata gigi anda perlu dilakukan prosedur pencabutan. Dokter Gigi sudah terlatih untuk mengatasi dan menghindari semua resiko yang mungkin terjadi pasca pencabutan gigi.

Komentar
RELATED ARTIKEL
           
© 2016 OT  |  Contact Us  |  Privacy Policy  |  Terms Of Use